King’s Cage (Red Queen #3) – Victoria Aveyard aka Bukan Sekuel Terakhir yang Menjadi Sekuel Terakhir Bagiku

35072205King’s Cage (Red Queen #3)
Victoria Aveyard
Reni Indardini (penerjemah)
682 halaman
2017
Paperback – Mizan Fantasi (Noura Publishing)

gr

 

 

synopsis

Mare Barrow is a prisoner, powerless without her lightning, tormented by her lethal mistakes. She lives at the mercy of a boy she once loved, a boy made of lies and betrayal. Now a king, Maven Calore continues weaving his dead mother’s web in an attempt to maintain control over his country—and his prisoner.

As Mare bears the weight of Silent Stone in the palace, her once-ragtag band of newbloods and Reds continue organizing, training, and expanding. They prepare for war, no longer able to linger in the shadows. And Cal, the exiled prince with his own claim on Mare’s heart, will stop at nothing to bring her back.

When blood turns on blood, and ability on ability, there may be no one left to put out the fire—leaving Norta as Mare knows it to burn all the way down.

thought

🌀 Sebelumnya, izinkan aku untuk men-call out siapapun yang menulis sinopsis edisi Bahasa karena kau praktis menzalimi sekian ribu orang pembeli cetakan pertama dengan memberi spoiler apa yang akan terjadi hingga lebih dari setengah buku.

🌀 Aku sangat antusias dan tidak sabar untuk membaca buku ini. Ketika aku membaca Red Queen aku berpikir ‘Akhirnyaaa’ dan aku sungguh-sungguh berharap semuanya tetap keren atau bahkan bertambah keren sampai akhir series (aku masih trauma dengan Allegiant). Lalu Glass Sword datang dan walaupun aku cukup menikmatinya jelas kalau series ini tidak tetap keren dan malah berkurang keren, but it was okay, mungkin Victoria Aveyard menyimpannya untuk buku ketiga.

Nope.

Aku hampir menyerah di tengah jalan karena buku ini begitu menyiksa dan bukan dalam cara yang kau senang mengalaminya (kalian taulah jenis siksaan yang dengan senang kalian jalani). Aku bahkan melemparkannya ke lantai dan merobek beberapa halaman dan berubah menjadi monster (I really did it, the monster part too). But I ain’t no quitter!

anigif_enhanced-5250-1453221922-2

LOL dan sekarang aku menyesalinya:))

🌀 Buku ini menyalahi semacam sejuta hal dan yang paling membuatku tidak tahan adalah alur super wagu:

[SPOILER]

• Sebenarnya ini bagian akhir Glass Sword, Mare bernegosiasi dengan Maven bahwa dia akan menyerahkan dirinya secara sukarela asalkan teman-temannya (termasuk Kilorn dan Cal) dibebaskan padahal saat itu mereka sudah jelas-jelas TERTANGKAP SEMUA TERMASUK MARE SENDIRI dan Maven jelas-jelas MENGUNGGULI MEREKA SEMUA SEKALIGUS.

• Begitu dibawa ke istana, Mare tidak langsung dihukum atau diadili atau apalah. Maksudku setidaknya kau bisa langsung mengorek benaknya dan mengetahui sejuta hal tentang Scarlet Guard.

• Uh jadi Samson Merandus sudah tahu kalau saudaranya a.k.a. Elara Merandus a.k.a. mamanya Maven yang sebenarnya membunuh Raja Tiberias VI a.k.a. ayahnya Cal?

• Perdana Menteri Monfort turun sendiri untuk mengurusi pangkalan pemberontak di Piedmont. Serius nih Monfort sebegitu makmurnya sampai-sampai Perdana Menterinya turun langsung mendukung pemberontakan di negara lain. Selain itu kupikir orang-orang memilih perdana menteri untuk memimpin pemerintahan bukannya ikut ke medan perang langsung dan dikomandoi sana-sini.

[END OF SPOILER]

wtf042

🌀 Aku mulai merasa pov (point of view) Mare sejenis self-centric dan membosankan ketika membaca Glass Sword tapi aku tidak menyangka pov-nya bisa menjadi sedemikian membosankan (dan masih self-centric) di buku ini.

[SPOILER]

“Penyelamatan hebat,” aku mau tak mau berbisik.
Aku bertekad akan turut menyukseskannya.

Mare berkata seolah-olah dia sangat yakin orang-orang datang untuknya dan mulai kesetanan menyerang semua orang. Lalu ketika diberitahu mereka menyelamatkan 60 New Bloods lain,

Rasa lega bercampur kengerian medalam yang tak pernah bisa kusingkirkan. Serangan ke Archeon dilancarkan bukan cuma demi aku.

[END OF SPOILER]

Tiba-tiba Aveyard berusaha dengan sia-sia membuatnya tampak peduli pada orang lain. Nope, I’m not buying it. Aku tidak terlalu senang diingatkan akan suara penceritaan Bella Swan dan America Singer. Tidak lagi tolong.

giphy1

🌀 Selain itu suara penceritaan Mare dan Cameron sangat mirip sehingga kau bisa saja mengira suara Cam adalah milik Mare jika dia tidak (dipaksakan) membicarakan Mare terus.

🌀 Ketidak-konsisten-nan tokoh-tokoh dalam buku ini membuat gila.

“Cal, dasar bodoh. Dasar bedebah bodoh,” kataku, tidak kepada siapa-siapa.
Karena tentu saja ini adalah idenya. Itulah pelajaran yang dicamkan baik-baik. Meraih kemenangan dengan cara apapun. Kuharap dia tidak terus-menerus membayar harga yang mustahil untukku.

Setelah banyak lembar kemudian…

Bodoh kalau aku tidak mencoba apa-apa. Cal bodoh kalau tidak mencoba apa-apa.

Dan seabrek lusin ketidak-konsisten-nan lainnya yang membuatku ingin menggerinda buku ini.

🌀 Walaupun aku tidak tahu apakah Aveyard memang berusaha melakukannya, tapi suara penceritaan Mare terdengar tidak dapat dipercaya. Jika narasinya terkesan unreliable tanpa kau bermaksud menulisnya begitu, kupikir itu bukan hal bagus? I was like SO WHAT IS IT ACTUALLY HAPPENING.

efb5431c91d587f5a6bcc998994d86d7

🌀 Aku punya masalah serius dengan terjemahannya.

“Tell me if you truly thought anyone would let me near a throne,” he says.

diterjemahkan menjadi,

“Menurutmu pendapatmu bagaimana? Yang jujur.”

Aku sangat tidak terima. Itu bahkan bukan pertanyaan, itu retorika. Dan mereka menterjemahkannya menjadi kalimat tanya aneh yang bahkan tidak sesuai ketentuan Ejaan Bahasa Indonesia.

🌀 Namun tentu saja masih ada beberapa hal baik tersisa dari buku ini:

giphy2
maybe I use too many Dean gif

Pov Evangeline, walaupun gaya penceritaannya juga membosankan, is surprisingly likeable. Aku senang bisa lebih memahaminya dan aku sangat tersentuh bagaimana dia berkorban untuk bisa bersama orang yang dia sayangi.

• Bertemu dengan Maven dan segala kemisteriusannya lebih lama, yah walaupun dia dipaksakan sekali menjadi villain di sini. Mare semacam mengais apa saja yang bisa dia temukan sebagai pembenaran bahwa Maven bersalah.

Shirtless Cal. I won’t elaborate, it’s #nsfr (not safe for Ramadan) wkwkw.

🌀 This series has gone so wrong the only thing that could save it is making Maven and Cal somehow turn out not to be brothers and end up together, please.

tenor

🌀 Aku ingin tetap mencintai series ini tapi maaf ini tidak bakal berhasil, semoga sukses dengan proyek filmnya. Selamat tinggal sekuel keempat.

2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s